Welcome to my blog :)

free counters

Jumat, 23 April 2010

Bandung Junior Orchestra - Konferensi Asia Afrika




WE ARE BANDUNG JUNIOR ORCHESTRA!

Follow me, I will introduce an orchestra in Bandung! the coolest orchestra hihi :p
Bandung Junior Orchestra (BJO) newly formed around early April and made they debut on 22 April in gedung Merdeka. BJO's member is of students from elementary to high school who has many talents and I was one of the BJO's member muahahaha. BJO also appeared at the top of the closing ceremony of the Asian-African Conference in New Majestie.

what song will they play at the closing ceremony later? SECRET! LOL.
Well, you must read the next posting from meeee! :3
just a notice, Bandung Junior Orchestra is already exists on some web like a detik.com etc...
Our dream is to form a real orchestra in Bandung! yaaaaay! BJO, FIGHTING!
wait for next posting ^^

Kamis, 15 April 2010

GIRLS' GENERATION/SNSD" is Real Girls Generation?

Annyeong! ica come back hihi :p mau post tentang SNSD atau Girls Generation nih. Sebenernya tulisan ini aku daoet dari notes teme di facebook. Dan ini SANGAT MENARIK buat di baca. So' enjoy this :)


Gua ga tau harus mulai dari mana. Pertama, gua bukan SNSD hater, walopun mungkin cenderung ga suka ma SNSD, gua nyaris jadi fans mereka karena MV Into The New World, yang menurut gua keren, tapi gua kecewa ma MV SNSD berikut2nya yang membuat gua mikir ‘Girl’s Generation? Girl’s Generation jaman gua? Bentar deh. Emang anak perempuan di generasi gua sampe sedesperate itu sama cowok sampe nyanyi-nyanyi lagu tentang Kissing You Baby, nyosor-nyosor ke cowok biar dicium? Err, kayaknya ga deh.’

Mungkin para SAFER ato STANDer udah banyak baca editorial tentang SNSD. Gua hanya mau mengemukakan alasan-alasan dan juga opini-opini gua kalo SNSD *kalo ga bubar* setidaknya harus ganti nama. Karena nama Girl’s Generation tampaknya terlalu berat untuk mereka, ato mungkin member-membernya aja yang ga dapet apa makna dari ‘Girl’s Generation’ itu. Kalo mereka ganti nama jadi P-Ara, 9seconds, 9ne1, ato bahkan C-Ara, gua ga bakal peduli ma kelakuan mereka sekalipun mereka ngebakar rumah orang karena iseng aja. Yang gua mau tekankan di sini, nama mereka malah ngebuat generasi anak perempuan jadi jatuh citranya. Entah karena kelakuan yang ga sopan, lagu-lagu yang, maaf untuk para SONE, memberikan kesan bahwa anak perempuan itu bener-bener takluk ma cinta ato karena suka pamer celana dalam.
Gua mule aja dari point-point di mana menurut gua, mereka harus ditrainee ulang (bisa juga dibaca dididik ulang).

1. Manner
SONE pasti bilang ini alasan klasik buat para anti untuk ngebenci SNSD, tapi walopun klasik, ini nyata kok. Korea Selatan adalah negara yang keras dalam hal hubungan sunbae-hoobae, apalagi di dunia entertainment. Para rookie, sesukses apapun mereka, mereka harus selalu sopan sama sunbae mereka. Dan, maaf ya para Sone, SNSD, yang baru saja debut waktu itu, dan, maaf sekali lagi ya Sone, SNSD sama sekali ga sesukses sekarang, ketika mereka ketemu dengan sunbaes mereka, gua hanya inget sunbae nya itu salah satu member Shinhwa, mereka tidak membungkuk seperti salam yang seharusnya. Dan Shinhwa adalah boy band legendaris di Korea, selain karena merupakan perintis hallyu wave, juga karena mereka adalah band yang solid bertahan hingga sekarang. Dan Shinhwa, adalah mantan SM Entertaiment juga, yang artinya sunbae SNSD secara langsung. Dan SNSD tidak membungkuk memberi hormat dengan benar. Juga ketika salah seorang member SNSD menyebut nama Jaejoong dari DBSK hanya dengan Jaejoong. Sedekat apapun hubungan personal antar artis, di Korea memanggil sunbae dengan hanya nama, bukan hal yang sopan. Bahkan Leeteuk Super Junior tetap memanggil sesama member Super Junior dengan –ssi jika on air. Setau gua, beberapa anak SNSD, udah jadi trainee selama bertahun-tahun, apa mereka ga ditrainee secara kelakuan juga?

2. Careless mouth
Semua Sone sama antis, pasti udah pada tau tentang salah seorang member SNSD yang punya mulut yang ga bisa dijaga. Ngomentarin sana sini padahal orangnya sendiri ngaku kalo dia belum begitu mahir bahasa Korea. Kalo lu ga mahir bahasa korea, ya udah, diem aja, jangan ngomentarin sana sini, terus akhirnya dibash, setelah dibash, dengan muka pitiful minta maaf. *Ops, sorry, dia ga pernah minta maaf secara personal. SME yang minta maaf* dan dia juga alasan utama adanya black ocean yang terkenal, di SM Town di China. Gua pikir, tindakan fans-fans SM Town di china sah-sah aja. China baru dilanda bencana, dan ketika Jackie Chan dan JYP membuat proyek untuk ngebantuin korban bencana, ada seorang idol yang teritung baru baru, malah cekakak-cekikikan waktu dia lagi menyiarkan berita tentang bencana tersebut, dan, alasan dia ketawa karena nama daerah bencana mirip ma kosa kata Korea yang lucu. Hal ini yang buat gua ga hormat ma SNSD. Hey, sekitar 500 orang atau bahkan lebih tewas di bencana itu dan sebagian adalah anak-anak perempuan di generasi yang sama dengan dia yang katanya dia wakilin, dan dia malah cekakak-cekikikan?! Dan lu masih menyebut diri lu Girl’s Generation?! Super Junior M ikut variety show konyol untuk ngebantuin korban bencana dan temennya Hankyung pun hilang dalam bencana itu, Jang Nara, menyumbangkan uang hasil kerjanya di china untuk korban bencana padahal penyuka k-pop tau kalo kerjaan Jang Nara di China adalah satu-satunya sumber uang dia. Dan yang dia lakukan hanya ketawa-ketiwi.
Dan kita semua tau ada member SNSD lain yang dengan curhat konyolnya di radio *taeyeon* ngebuat masalah dan ngebuat marah suster (ato bahkan sluruh staff RS) yang bersangkutan. Dan ketika disuruh minta maaf, kok malah KangIn yang merupakn partner DJnya yang minta maaf duluan?
Sebenernya masih banyak cerita tentang ‘mulut yang ga bisa dijaga’ dari member-member lain, tapi gua ga mau ungkit-ungkit. Ntar malah makin keliatan aja jeleknya SNSD.

3. Professionalism
Gua bukan fans DBSK, jadi gua ga begitu tau perilisan single mereka. Tapi di Dream Concert 08, DBSK perform beberapa lagu mereka yang kayaknya udah cukup lama dirilis di Korea, dan mereka ngedance dengan bagusnya seolah-olah lagu itu adalah lagu baru, tanpa kesalahan yang berarti sedikit pun, padahal, jadwal mereka pasti sibuk di Jepang sana.
Sedangkan SNSD, setau gua, SNSD bahkan ketika nyanyiin lagu Genie di salah satu event, mereka ngedance dengan kacaunya, padahal Genie, dirilis setahun yang lalu pun belon ada. Juga ada seorang member yang dibilang bagus dalam hal vocal di SNSD, malah sering ga nyanyi di bagian chorus ketika mereka live.
Sebagai artis juga mereka harus menanggung segala sesuatu kayak tersenyum ketika lagi sedih ato capek, tapi seorang member SNSD malah mengeluhkan image dia, dia harus selalu tersenyum sehingga pundak dia capek, padahal katanya member yang satu ini sudah merenungkan segala kesalahan-kesalahan dia di masa lalu. Menurut gua ini menunjukkan mereka ga cukup professional. Kim Hyun Joong, Baek ji Young Leeteuk, dan masih banyak artis yang lain, bahkan ketika mereka sakit, mereka tetep ngelaksanain job mereka, sampai akhirnya mereka pingsan dan dibawa ke rumah sakit. Terus, apa susahnya untuk senyum, untuk menjaga professionalitas?

4. Fans-Idols’ relationship
Ini juga merupakan titik balik gua yang menjadikan gua hilang respect ma SNSD dan menjadi sedikit anti ma SNSD.
Saat Dream Concert 08, semua antis pasti udah tau betapa ‘liar dan brutal’ nya Sone cowok. Gua pernah baca fans account dari seorang Cassiopea cewek, kalo dia ditendang, dipukul kepalanya sama Sone cowok saat dia mau keluar ke pintu exit, Sone ngeliat dia pegang lightstick merah, warna official DBSK. . Si Sone nyegat dia, dan mulai manggil Sone yang lain. Si Korban tau dia Sone karena si Pencegat duduk di daerah Sone yang deket pintu exit dan dia mulai manggil Sone yang lain, si Cass ini mulai dipukulin, sampe dia jatuh terus ditendangin, dan Sone yang perempuan, hanya cekakak-cekikik ngeliatin dia. Padahal mereka sama-sama perempuan. Gua yakin kalo para antis juga tau ada fans account dari ELF dan Cassiopeia yang isinya mereka ato temen2 mereka disakiti ma Sone, bahkan ada yang katanya diperkosa, terus ada yang baru bangun 2 hari setelah dia ditendanginlah. Dan juga perobekan banner oleh Sone.
Dream Concert 08, pasti jadi topic di internet, bahkan Super Junior Sungmin, di cyworld nya nulis menanyakan keadaan ELF, Cass, TripleS, dan FC2 lainnya, termsuk Sone apakah mereka baik-baik saja, terluka apa tidak. Dan seorang member SNSD, malah dengan santainya menyatakan *gua lupa di fancafe, cyworld ato UFO Reply nya*dia berterima kasih pada fans-fans nya karena telah mendukung SNSD di Dream Concert (nyakitin FC lain *yang kebanyakan adalah FC dari sunbae mereka dari perusahaan yang sama*, ngerobek banner dari Sunbae mereka, jadi SNSD menganggap hal-hal kayak gitu sebagai suatu “dukungan”?)
Juga comment-comment Sone, terutama Sone cowok, tentang beberapa sunbaes SNSD. Ada yang bilang ingin ngef*ck *dlam arti sebenernya* Sungmin lah, dan yang paling bikin gua ilang respect dan menurut gua ga termaafkan mereka bilang “Donghae? Oh, the one who is fatherless”. Hey! Sone dan antis juga tau kalo ada member SNSD yang salah satu orang tuanya udah ga ada, tapi apa antis pernah nyinggung2 tentang itu? Ga! Setau gua Antis ga pernah ngebahas masalah keluarga SNSD, dari sini gua bilang, kalo lu ELF dan dengan bangganya lu bilang kalo lu juga Sone, tolong pikir baik-baik, lu boleh bilang lu fans SNSD, tapi lu juga harus inget, Sone, dengan ga sopannya nyebut Donghae seperti itu. Gua bahkan bukan fans nya Donghae, tapi gua tetep merasa itu kurang ajar.
Dan yang bikin gua kecewa sama SNSD, mereka sama sekali ga nyuruh fans nya berhenti ngomong gitu ato minta maaf. Di Korea, idols punya peran penting dalam mengatur fans nya. Seperti Jaebum yang bilang ‘support 2PM’ setelah controversy nya, cukup banyak Hottest korea yang berbalik ngedukung 2PM sebagai 6 members group. Juga waktu Leeteuk meminta ELF untuk mendukung SJM sebagai 7 members groups, ELF sudah mulai mengurangi aksi konyol “0nly13” dan “Only5” mereka. Di Korea, idols punya andil besar dalam mengontrol kelakuan fans, dan SNSD sama sekali ga ngelakuin apa-apa untuk ngontrol fans mereka.
Satu hal lagi yang buat gua kecewa ma Sone, Hyeoyeon di Strong Heart (gua mang ngikutin Strong Heart tiap episode nya, walopun SNSD yang jadi bintang tamu) cerita bahwa dia pengen keluar dari SNSD (ide bagus, bakat Hyeoyeon terlalu disia-siakan di SNSD) dan nerusin studynya di China, karena di SNSD sendiri dia ga banyak berkembang (iyap, Hyeoyeon nurunin skill dance demi lagu-lagu yang, maaf lagi nih, Sone, kurang bermutu untuk dancer sekelas Hyeoyeon). Dan reaksi Sone adalah, membuat dugaan-dugaan yang menimbulkan kesan kalo Hyeoyeon benci ma beberapa member SNSD karena image blonde nya diambil member lain, center dancer stage diambil juga ma member lain. Sebagai fans, seharusnya Sone ngedukung Hyeoyeon donk, bukannya malah buat dugaan-dugaan yang ngejatuhin dia.*Oh, iya, gua lupa. Sone kan suka SNSD bukan berdasarkan talent, tapi muka.*
Ngaku aja Sone, kalian jarang muji talent anak-anak SNSD (mungkin karena emang susah nemuin talent dari anak-anak SNSD, jadi puji aja yang keliatan, kayak muka ma badan). Ini juga menunjukkan kalo popularitas SNSD sebagian besar hampir karena management dan penampilan luar mereka. Hyeoyeon ma Taeyeon yang punya bakat paling menonjol di antara member-member lain, tapi fan base mereka, apalagi Hyeoyeon yang paling sedikit .

5. Support each other on the group
Leader SNSD, ex-leader tepatnya, pada saat dia mau mengundurkan diri, anak-anak SNSD malah bilang ‘ok. Lagipula selama ini kita melakukan sesuatu seolah-olah kita ga punya leader.’ Apa ini yang disebut ‘girl’s generation’? ketika seorang temen kalian down dan mau mundur, kalian malah bilang sesuatu yang bikin keadaan ga membaik. Well, gua yakin anak –anak perempuan punya solidaritas yang tinggi, mereka ga bakal ngejatuhin temen mereka yang lagi down kecuali kalo mereka bener-bener jahat dan type backstabber. Dari kalimat gua tersebut, kalian tahu maksud gua.

6. Personal Apology
Sampai sejauh ini, yang gua tau, selalu SM Entertaiment yang minta maaf atas kesalahan-kesalahan bodoh yang dilakukan SNSD. Mungkin ada beberapa personal apology, tapi kebanyakan SM Entertaiment yang minta maaf atas kelakuan mereka.

7. Super Junior girl version
Banyak yang bilang SNSD adalah Super Junior girl version. Tapi coba diliat dulu, sejak mau debut Super Junior memang dipromosikan sebagai group yang berbakat dalam segala bidang, bukan cuman menyanyi saja, makanya ga aneh jumlah mereka 13. Coba liat perbandingannya, yang jago ngedance di Suju, 4 orang, yang jago nyanyi di Suju 4 orang, 8 orang berbakat dari total 13 orang. Dan mereka juga sejak awal ditargetkan di dunia entertainment di segala bidangnya, gua tekankan lagi DARI SEJAL AWAL. Sedangkan SNSD, gua hanya tau SME bilang girl group ini diperuntukan bagi pria beurumur 30-40 taunan walopun pada prakteknya banyak anak remaja dan young adult juga suka. Tapi ewww~, dari statement tersebut jadi ga aneh kan para antis bilang SNSD suka ahjuhssi. Dia bilang Girl’s Generation tapi kok diperuntukkan untuk orang-orang yang usia nya pantes jadi adiknya bapak gua. Itu sih sama aja nyebutin, generasi perempuan yang diwakili SNSD cocoknya sama om-om umur 30an ke atas.
Mungkin iya SNSD mirip Suju, karena jumlah yang overloaded, tapi secara talent, kayaknya harus dipikir-pikir dulu. SNSD hanya punya Hyeoyeon dan Taeyeon yang bakatnya di atas rata-rata, sedangkan yang lain? Member yang lain harus berterimakasih pada waktu trainee yang lama, yang ngebuat mereka setidaknya jadi lumayan. Dan sejak awal tujuan SNSD bukanlah multi talented group seperti Suju yang punya comedian, singer, dancer, MC, and blablabla.
Dan kalo ada yang bilang SNSD kayak Suju dalam hal variety show, bahkan Sunny yang menurut gua cukup lucu, dibilang Heechul kalo dia masih jauh dari variety show.
Sementara menurut gua, yang buat SNSD ga mirip Suju, tentu aja karena kelakuan mereka beda jauh sama Suju. Super Junior adalah boy group yang masih membungkuk berterima kasih pada audience walaupun para audience udah pada pulang. Super Junior mendukung satu sama lain, gua yakin kalo Leeteuk mau mundur dari posisi dia sebagai leader, member yang lain ga akan ngomong hal ‘sekejam itu’ sama Leeteuk.

Gua ga suka mereka, bukan karena mereka plastic, operasi plastic hal yang wajar di Korea, Kyuhyun (yang juga dengan berbesar hati ngaku), Jaejoong, Leeteuk bahkan anak-anak SMA setidaknya 70% udah operasi plastic. Gua malah kagum sama beberapa artis kayak Solbi yang dengan berbesar hati ngaku kalo mereka operasi plastic, ga kayak *ehembatukehem* seseorang di SNSD yang keliatan jelas operasi plastic pada mata dan rahang nya tapi malah menyiarkan di radio kalo dia ga operasi plastic, malah jadi keliatan kayak orang bohong kalo gitu, ketauan oplas tapi ga ngaku. Gua juga ga suka ma mereka bukan karena mereka cantik-cantik, langsing-langsing, super model figure, and bla bla bla bla. Ato karena mereka pamer kaki, perut, karena group-grioup lain juga toh gitu. Gua ga suka mereka karena mereka bernama “Girl’s Generation” tapi sama sekali ga mencerminkan generasi anak perempuan jaman sekarang, malah mungkin jadi ngerendahin martabat perempuan yang udah susah payah diperjuangkan. Ketika awal SNSD debut, SNSD pernah ditanya, apa keistimewaan SNSD? dan Tiffany menjawab, ‘We are 9 beautiful girls’. Jadi perempuan di mata Tiffany hanya perlu cantik? *Well, ga heran otaknya dia jarang dipake* Super Junior M Zhou Mi pernah bilang ‘Beauty depends on the beholder’, dan gua masih percaya sama hal itu sekarang jadi menurut gua. Sebagai perempuan, gua ga mau generasi gua diwakili oleh perempuan-perempuan yang mikir kalo kecantikan itu nomor satu dan gonta-ganti pacar adalah hal yang hebat *apalagi pacar-pacar yang lainnya masih temen, malah jadi keliatan kayak piala bergilir*, kalo hanya cantik aja udah cukup. Maka dari itu, gua lebih milih After School dan 2ne1 sebagai wakil dari generasi gua. Gua bukan fans After School dan 2ne1, tapi menurut gua dibanding SNSD, After School dan 2ne1 lebih cocok menyanding nama ‘Girl’s Generation’ karena dari attitude, manner, dan lagu mereka pantas untuk itu, walaupun Gahee udah tante-tante. Lagu mereka ga hanya cerita tentang mencium cowok, mandek ma cinta pertama, ngabulin keinginan cowok, jadi mannequin dan nulis-nulis di papan tulis.

Sone-sone yang baca ini pasti bilang, ini orang yang nulis sebenernya fans nya SNSD and blablablablabla, dengan teori khas fans gila lainnya. Gua udah bilang sebelumnya, gua pernah suka SNSD karena MV Into The World mereka yang benre-bener girl power, tapi kelakuan-kelakuan mereka ternyata ga pantes dianggap sebagai girl power dan girl’s generation.

Sone-sone juga pasti bilang, SNSD ya SNSD, jangan banding-bandingin ma girl group lain. Well, tanpa dibandingin pun mereka udah rata-rata aja kok, malah cenderung jelek karena masalah-masalah yang mereka buat *hm jadi group yang famous karena skandal dong yah*. Kalo girl group lain bisa bersikap sopan kenapa SNSD ga? Kalo group lain bisa ngejaga pakean dalemnya tetep tertutup, kenapa SNSD ga?
Dan masalah image, banyak yang bilang image dari management, artist ga bisa nolak. Kalian udah tau kasus Heechul? SM udah berkali-kali minta dia ngurangin kelakuan anehnya, tapi dia nolak. Jo Kwon juga, bahkan sampai JYP nya langsung yang minta, Jo Kwon menolak baik-baik.
Kalo ada Sone yang baca ini, terutama perempuan, coba pikir sekali lagi. Kebebasan lu untuk suka ma group band apa, tapi kalo lu pikir, Girl’s Generation adalah nama yang cocok untuk disanding mereka, well, gua ga bisa ngomong apa-apa kecuali, lu udah ngecewain generasi lu. Dan kalo Sone cowok, ya gua sih no comment, emang rata-rata cowok ngeliat dari penampilan luar, jadi ga aneh banyak cowok suka SNSD. Toh dari dulu sampe sekarang, cowok emang suka tipe cewek submissive kayak SNSD.


So, what you're opinion chingudeul?


Via facebook : Adistri Choi 시원

Rabu, 14 April 2010

ff (oneshoot) : Prince Piano

Annyeooong! Tadinya mau nerusin ff yang sarangui mellodi cuma malah jadi ff baru kekeke. Kali ini aku bikin oneshoot. Ya baca sajalah chingu^^ Mian kalo beribet ceritanya hahaha maaf juga kalo ngga jelas kaya authornya hihi :p

So, selamat membaca ff yang lumayan panjang ini~


Setiap pulang sekolah, aku dan teman-teman sering mampir di sebuah kafe yang bernama La Prime café. Mungkin bisa dibilang kafe ini tempat nongkrong kami. Hari ini aku juga sedang berada di La Prime café. Selain datang dengan teman aku juga sering datang ke kafe ini sendirian, begitupun hari ini. Sebenarnya kafe ini biasa saja, sama seperti kafe-kafe lain yang ada di Seoul. Hanya saja aku sangat tertarik dengan pemain piano di kafe ini.

Pemain piano itu selalu membuatku tak ingin beranjak dari tempat itu dengan alunan musik yang begitu lembut dan damai. Dia seorang pria berpostur jangkung dengan kulit putih bersih seperti bayi dan berwajah imut pula. Matanya sipit, berbeda dengan mataku yang bulat. Jika ia tersenyum atau tertawa matanya jadi seperti terpejam. Namanya Henry. Henry Lau.

Hari itu kafe sedang sepi. Dan aku memilih tempat duduk di dekat panggung supaya bisa melihat Henry lebih dekat. Jujur saja aku tidak pernah bosan melihatnya bermain pian walaupun aku sering datang kemari. Menurutku ia mempesona! Dia sangat berkharisma ketika sedang bermain piano. Permainan pianonya selalu membuatku kagum. Sepertinya bukan hanya aku yang selalu memperhatikannya. Karena, setiap anak putrid yang datang ke kafe ini pasti selalu senyum-senyum sendiri melihat Henry atau langsung bisik-bisik pada temannya. Ya, mereka menggosip tentang Henry. Hobi anak perempuan. Memang ku akui Henry itu tampan.

Selesai memainkan lagunya, Henry menundukan kepalanya lalu melirik ke arahku dan tersenyum. Senyumnya manis sekali! Membuatku mau pingsan saja! Henry kembali meletakkan jari-jarinya di atas tuts-tuts piano dan mendekatkan wajahnya ke mikrofon. Pada saat itu pula ia melihat ke arahku lagi.

“Nona berpita Merah yang disana, apa mau meminta suatu lagu?” Tanya Henry. Tadinya aku tidak menjawab karena kurasa dia tidak berbicara padaku. Tapi setelah kusadari hanya aku yang memakai pita warna merah, aku jadi salah tingkah.

“Eh, hmm, aku ingin lagu A Whole New World!” Kataku spontan karena itu lagu favoritku.

“Baiklah kalau begitu kita berduet!” Henry bangkit dari kursinya dan mengambil mikrofon. Lalu ia memberikan mikrofon itu padaku.

“Maaf, apa tidak apa-apa? Lagipula….” Belum selesai bicara Henry sudah memotong.

“Santai saja. Kafe sedang sepi jadi tidak perlu gugup, oke?” Henry tersenyum padaku dan karenanya aku tidak bisa menolak.

Henry mulai memainkan nada demi nada. Akupun mulai menyanyi. Padahal aku belum pernah bernyanyi di kafe sebelumnya. Tapi kali ini aku bernyanyi dengan nyaman sekali.

Setelah lagu selesai aku duduk kembali ke tempatku dan Henry juga beristirahat sebentar. Kukira dia beristirahat diluar atau, ya… Di tempat lain, mungkin. Ternyata ia menghampiri mejaku.

“Permisi nona, boleh saya duduk disini?” Tanya Henry dengan senyum mautnya..

Dengan sedikit gugup aku menjawab, “Ah, iya boleh. Silahkan.”

Henry melihat sekeliling, sepertinya sedang memastikan atau apa, ya aku tidak tahu.

“Kau datang sendiri?” Tanya Henry.

“Iya. Teman-temanku sibuk dengan urusanya masing-masing.”

“Ngomong-ngomong kita belum berkenalan kan? Kenalkan aku Henry Lau. Cukup panggil Henry saja.” Henry menjulurkan tangannya padaku. Dan aku membalas jabatan tangannya.

“Aku Han KyoungMi. Kau bisa panggil aku Kyoungmi.” Aku menyunggingkan senyum walaupun pasti terlihat kaku. “Oh iya Henry, aku suka permainan pianomu. Aku selalu ingin bisa bermain piano tapi tidak ada yang bisa mengajariku.” Kataku.

Henry tertawa kecil mendengar perkataanku yang polos. “Kalau kau mau, aku bisa mengajarimu.”

“Benarkah? Aku mau! Tapi kamu kan harus bermain disini?”

“Bisa ku atur. Lagi pula ini kafe pamanku dan aku bermain disinipun tidak dibayar. Aku bermain sesukaku.” Kata Henry sambil tertawa.

“Baiklah. Oh, sudah sore. Aku harus pulang. Aku permisi dulu.” Kataku cepat sambil mengambil tasku.

“Oke, hati-hati. Perlu kuantar?”

“Tidak perlu, lagi pula kita baru kenal. Maafkan aku. Sampai ketemu.” Aku langsung membungkukkan badan untuk member salam.

“Sampai ketemu.” Henry membungkukkan badan dan melambaikan tangannya ketika aku keluar dari kafe.



***



Seperti biasa aku mengunjungi kafe itu. Henry dan aku selalu mengobrol dan Henry tidak melupakan janjinya untuk mengajariku bermain piano.

Sebulan setelah perkenalan kami, kami makin dekat dan akrab. Ternyata kami sama-sama suka film dan kami hamper selalu nonton bersama. Kami juga penggemar music klasik. Aku mulai tahu banyak hal tentang Henry, pria yang mungkin sudah memikat hatiku.

“Kyoungmi!” Henry melambaikan tangannya. Dia sudah menunggu di depan gerbang sekolahku. Hari ini aku dan Henry akan pergi ke toko alat musik kakaknya Henry yang baru saja di buka.

“Henry, sudah kubilang tunggu aku di kafe saja.” Kataku pura-pura ngambek dan memanyunkan bibir. Sebenarnya aku senang sekali Henry datang menjemputku.

Henry tertawa melihat tingahku. “Kau tidak suka aku jemput? Baiklah aku pulang.” Henry membalas tingkahku dengan cara berlagak tak peduli.

“Eh! Oke, oke, arraseo! Jangan marah seperti itu. Seperti tante-tante!” Kataku sambil menjulurkan lidah.

“Siapa yang tante-tante? Ah, sudah tidak usah dibahas. Ayo pergi.” Henry memberikan Helm padaku dan kami segera berangkat ke toko baru kakaknya Henry.

Sesampai disana aku langsung di kenalkan pada kakak Henry.

“Kyoungmi ini kakakku Zhoumi, dan kakak, ini Kyoungmi.” Aku dan Kak Zhoumi saling berjabat tangan dan tersenyum.

“Baiklah silahkan melihat-lihat.Sebenarnya hanya toko kecil saja. Aku tinggal dulu ya.” Kak Zhoumi melambaikan tangan pada kami.

“Keluargamu benar-benar pencinta musik ya? Sampai membuka toko alat musik ini.” Kataku sambil memperhatikan sekeliling. Tiba-tiba Henry meninggalkanku dan dia berdiri di depan sebuah Grand Piano putih yang kelihatan mewah.

“Cantik sekali!” seru Henry dengan mata berbinar.

“Hah, pantas saja sampai sekarang kau belum punya pacar. Kau lebih cinta pada musik dan piano tanpa memperhatikan sekeliling.” Kataku asal-asalan karena melihat tingkah Henry.

“Oh ya? Kata siapa? Sok tahu kau ini!” Henry cekikikan. “Dengar ya, musik dan kau adalah dua hal yang tidak bisa aku lepaskan”.

Mendengar perkataan Henry aku merasa pipiku panas. Dan sepertinya sekarang wajahku sudah memerah seperti kepiring rebus.

“Kau bercanda? Tidak lucu tahu! Aku ingin pulang.” Kataku.

“Bercanda? Aku serius. Kenapa ingin pulang? Baru sebentar kita disini kan?” kata Henry senyum-senyum melihatku salah tingkah.

Aku berjalan keluar toko meninggalkan Henry. Henry langsung mengejarku keluar.

“Baiklah, baiklah, kita pulang tapi jangan marah-marah seperti itu. Seperti tante-tante!” Henry usil sambil mengecak-acak rambutku.

“Hey, itu kalimatku!” Kataku sambil mencubit Henry.

Henry langsung mengantarku pulang.

“Nah, masuklah. Diluar dingin sekali.” Kata Henry.

“Tidak apa-apa Henry. Aku baik-baik saja. Aku bukan orang yang mudah terserang flu,” Aku tertawa kecil. “Kau bisa pulang sekarang. Terima kasih sudah mengantarku pulang”

“Baiklah, tidak masalah. Besok datanglah ke kafe. Ada yang mau aku tunjukkan.” Kata Henry sambil bersiap untuk pulang. Aku mengangguk. Henry melambaikan tangan padaku. Aku membalas lambaiannya.

Setelah banyangannya menghilang dibalik jalan, aku membalikkan badan untuk masuk kerumah. “Dia benar-benar pria yang baik dan perhatian,” batinku.



***



Esoknya aku sudah merasa baikkan dan sudah bisa oergi sekolah. Sesuai janjiku, pulang sekolah aku langsung menuju ke kafe.

“Henry! Aku sudah datang!” Aku langsung menyapa Henry di kafe.

“Terima kasih sudah datang. Baiklah, sekrang duduk disini dan lihat aku.” Henry sudah menyiapkan Meja paling dekat panggung.

Henry duduk di depan piano dan endekatkan wajah ke mikrofon. “Lagu ini kubawakan khusus untuk Kyoungmi.” Senyumku langsung mengembang begitu ia menyebut namaku. Henry mulai memainkan nada demi nada. Henry membawakan lagu The Name I Loved, salah satu lagu kesukaan Kyoungmi.

Naega saranghaetdeon geu ireum
Bulleoboryeo nagalsurok neomu meoreojyeotdeon
Geu ireum ijen jeogeonoko na ulmeogyeo
Nae ane sumgo sipeojyeo
Neol saranghal subakke eobseotdeo
Geu nareul ijen arajwoyo
Irul su eomneun sarangdo saranginikka



(That name I loved
Became too distant as I went out to call it
I now write that name down
I'm on the verge of tears
I want to hide within myself
Remember that day now
Where all I could do was love you
Because an unachievable love is still love)



Begitulah lirik lagu yang Henry nyanyikan khusus untukku. Aku kaget suara Henry begiu bagus. Aku baru pertama kali mendengarnya menyanyi. Henry mendekatkan wajah ke mikrofon,

“Kyoungmi, Saranghae!” Henry mengatakan kalimat itu dengan tegas namun lembut. Bagiku itu adalah sebuah kalimat paling berarti dan aku selalu menunggu seseorang yang mengatakannya dengan kesungguhan. Atau mungkin kalimat yang paling dinantikan semua orang, aku cinta kamu. Tanpa terasa aku menitikkan air mata karena aku merasa sangat bahagia.

“Aku juga mencintaimu.” Kami berdua saling berpandangan untuk beberapa saat.

Aku akan tidak pernah menyesal telah mengenal seorang Henry. Pria baik hati yang sangat kucintai.


Gomawo yang udah baca :) komentar dan sarannya ya...

Kamis, 08 April 2010

SHINee hello baby is over :'(


Setelah gue rutin mengikuti yang namanya SHINee Hello Baby, gue bener-bener nangis waktu nonton ep 12. Di episode inilah para SHINee appa harus say goodbye sama YooGeun. Inilah beberapa kenangan di SHINee hello baby...









Dan si episode terakhir mereka juga bikin kapsul buat YooGeun yang di buka saat YooGeun berumur 20 tahun. Terus onew nyeletuk, "jika YooGeun sudah berumur 20 tahun apa dia masih mengingat kami?". Aku yakin "PASTI". YooGeun ga akan lupain SHINee appa-nya. Shawol love YooGeun!

Happy Birthday Blingbling Jonghyun !


Saengil Chukkahamnida lagi buat oppa kita ini! :D
8 April 1990 ^^ yay!

happy birthday siwon oppa #gesturemansiwon :D

Saengil Chukkahanida Siwon Oppa!


waaa maaf baru posting di blog ya oppa! Tapi aku udah nge-mention langsung di twitter kan oppa? *wink* LOL
Wish yoou all the best ya abangku tercinta dan semoga di Oh my lady ngga makin banyak aja adegan kisseu nya hahaha. Saranghaeyo oppa <3
Elfs love you!

Selasa, 06 April 2010

Islam di Korea Selatan

Pada tahun 1962, kerajaan Malaysia telah menawarkan bantuan US$ 33,000 untuk sebuah masjid yang akan dibangun di Seoul. Walau bagaimana pun, rancangan tersebut terbantut akibat inflasi. Minat terhadap Islam mula meningkat hanya bermula pada sekitar 1970-an ketika hubungan ekonomi Korea Selatan dengan banyak negara Timur Tengah menjadi kentara. Sebagian orang Korea yang bekerja di Arab Saudi telah memeluk Islam; apabila mereka menyempurnakan lama kerja masing-masing dan pulang ke Korea, mereka memastikan bilangan orang Islam asli. Masjid Pusat Seoul akhirnya dibangun di Itaewon, Seoul pada tahun 1976. Hari ini terdapat juga masjid di Busan, Anyang, Gwangju, Jeonju and Daegu. Menurut Lee Hee-Soo (Yi Hui-su), terdapat lebih kurang 40,000 orang Islam yang berdaftar di Korea Selatan, dan lebih kurang 10.000 dianggarkan adalah penganut yang saleh.

Yayasan Muslim Korea menyatakan bahwa ia akan membuka sekolah dasar Islam yang pertama dan akan dinamakan Sekolah Dasar Putra Sultan Bin Abdul Aziz pada bulan Mei 2009 dengan maksud untuk membantu orang Islam di Korea mempelajari agama mereka dan mengikuti kurikulum yang resmi. Rancangan sedang dijalankan untuk membuka sebuah pusat kebudayaan, sekolah-sekolah menengah dan universitas. Abdullah Al-Aifan, Duta Arab Saudi ke Seoul telah mengirimkan $ 500,000 kepada yayasan tersebut bagi pihak kerajaan Arab Saudi.

Banyak orang Islam Korea mengatakan perbedaan gaya hidup mereka membuatkan mereka dapat berdiri teguh dibanding orang lain dalam masyarakat. Walau bagaimana pun, kebimbangan terbesar mereka ialah sikap trauma yang dirasakan mereka selepas peristiwa 11 September 2001, ketika banyak orang menunjukkan minat terhadap ide-ide keislaman.

Geliat Islam Di Korea Selatan


Komunitas Muslim di Korea Selatan adalah komunitas yang kaya dengan keberagaman latar belakang etnis dan budaya. Komunitas Muslim di negeri yang mayoritas penduduknya beragama Budha ini, kebanyakan adalah para pekerja asing dan imigran dari berbagai negara Muslim, terutama dari kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Sementara orang-orang asli Korea yang Muslim, kebanyakan adalah keturunan dari para mualaf yang masuk Islam saat berlangsung Perang Korea. "Di sini adalah beberapa orang Korea. Yang lainnya berasal dari Indonesia, Malaysia dan Uzbek. Ada juga beberapa Muslim asal AS. Muslim disini sedikitnya berasal dari 12 sampai 14 negara di dunia," kata Haseeb Ahmad Khan, pengusaha asal Pakistan yang sudah 10 tahun tinggal di Korea Selatan.

Menurut Haseeb, jumlah Muslim di Korea Selatan terus bertambah, terutama di kota besar seperti Busan. Muslim di kota ini sudah membuka sekolah Islam sendiri. "Meski sekolahnya kecil, cukup untuk mengakomodasi anak-anak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang Islami," ujar Haseeb.

Data dari Korea Muslim Federation (KMF) yang didirikan sejak tahun 1967 menyebutkan, jumlah Muslim di Korea Selatan sekarang ini mencapai 120.000-130.000 orang, terdiri dari Muslim Korea asli dan para warga negara asing. Jumlah orang Korea asli yang Muslim sekitar 45.000 orang, selebihnya didominasi pekerja migran asal Pakistan dan Bangladesh.

Sebagai kelompok masyarakat minoritas, masjid menjadi tempat penting bagi Muslim Korea Selatan untuk saling bertemu dan bersilahturahim. Sepuluh tahun yang lalu, belum banyak masjid di negara ini. Tapi sekarang, masjid-masjid sudah banyak tersebar hampir di seluruh kota besar di Korea Selatan. Masjid terbesar adalah Masjid Sentral Seoul yang berlokasi di distrik Itaewon.

"Kami punya lebih dari 10 masjid di kota-kota besar seperti Gwangju, Busan dan Daegu. Masjid di sini bukan sekedar tempat salat tapi juga tempat berkumpul komunitas Muslim, terutama usai salat Jumat. Mereka saling bercerita dan mendengarkan satu sama lain," imbuh Haseeb.

"Contohnya, jika ada jamaah yang sakit, mereka bersama-sama datang menjenguk ke rumah sakit. Atau, jika ada yang butuh pertolongan, mereka akan mencari cara untuk bisa memberikan bantuan," sambung Haseeb.

Masjid juga menjadi pusat informasi bagi warga Korea yang ingin belajar Islam. Masjid-masjid di Korea Selatan menyediakan bahan-bahan bacaan dan audio yang diberikan gratis buat mereka yang ingin mempelajari Islam.

Sekolah Islam pertama di Korea Selatan rencananya akan dibuka bulan Maret ini. Sekolah itu dibiayai lewat dana hibah dari pemerintah Arab Saudi. Tahun 2008 lalu, Duta Besar Saudi di Seoul sudah menyerahkan dana sebesar 500.000 dollar pada KMF untuk biaya pembangunan sekolah.

Sebagai penghargaan atas bantuan Saudi, sekolah tersebut rencananya akan menggunakan nama putera mahkota Saudi Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz. Sekolah ini juga akan menerima siswa non-Muslim. Selain memberikan mata pelajaran berdasarkan kurikulum pendidikan di Korea, sekolah yang dibiayai Saudi ini juga akan memberikan pelajaran tambahan berupa bahasa Arab, bahasa Inggris dan studi Islam.

Selain sekolah Islam, sejak tahun 2008 lalu, juga dibangun pusat kebudayaan Islam di kota Seoul. Dengan adanya sekolah dan pusat kebudayaan Islam ini, diharapkan bisa memperluas syiar Islam di Korea Selatan sekaligus meluruskan informasi-informasi bias tentang Islam dan Muslim yang diterima oleh masyarakat negeri itu.

*waaah gue makin semangat buat sekolah disana karena gue sendiri udah ngincer Dongguk university dan Korean National university jurusan seni musik. Semoga bisa pergi kesana amin...*

Credits : http://id.wikipedia.org/wiki/Islam_di_Korea , eramuslim.com

Minggu, 04 April 2010

Injun D-NA fact

Perhatikan gambat-gambar ini!





Udah liat semua pict di atas? Coba tebak apa persamaan dari semua pict tersebut? Yap, betul, KAMERA PINK-nya! Nah ini lah fakta mengenai Injun D-NA. Dia suka banget di foto terbukti dari banyaknya foto-foto imut dia dimana mana. Dan saking sukanya "narsis" depan kamera dia sampe ngga bisa lepas dari kamera pink nya! ya ampun lucu banget sih si Injun ini.

Ini ada beberapa Pict. Enjoy it!



happy birthday Eunhyuk :)



Saengil Chukkahamnida Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk a.k.a Monkey :D
Wish you all the best :)
Elf love you~