Welcome to my blog :)

free counters

Minggu, 11 Juli 2010

Henry lau (Share Picture)

Violinist jagoan gue nih! Hahahaha (Y). Silahkan follow bang Henry on Twitter :)

Untuk Safer/Stander, dan SONE (Let's read it!)

Gue hanya mau menanggapi dengan banyak nya komentar mengenai tulisan saya waktu itu baca disini mengenai komentar para Safer atau halusnya temen-temen yang kurang menyukai SNSD yang banyak dapet tanggapan dari SONE maupun SAFER sendiri.

Gue lumayan kaget liat banyak yang ngasih tanggapan dan mau share si post gue itu (dengan melihat postingan gue yang sebelumnya adem ayem aja). Gini ya temen-temen, gue mau sedikit meluruskan. Tentang pakaian mereka yang pamer 'celana dalam'. Oke, kita para SAFER sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan tentang itu. Kita hanya mempertanyakan kualitasnya. Well, gue sendiri emang suka dengerin lagunya SNSD karena emang easy listen buat gue. Tapi pas gue nonton beberapa live show nya mereka atau talk show nya juga, gue ngerasa ada yang aneh dengan yang di transalatekan oleh di pentranslate itu (gue sering download via youtube soalnya). Kata2 mereka ko kayanya ngga pas gitu buat suatu program televisi. Ketika awal debut --> apa keistimewaan SNSD? dan Tiffany menjawab, ‘We are 9 beautiful girls’. Hanya cantik kah? Bagaimana dengan 'bakat'? Just that...

Buat temen-temen SAFER maupun SONE yang mau share silahkan karena blog gue free terbuka buat siapa aja ngga cuma buar para blogger aja orang luar pun bisa ikut nimbrung :) Tapi dengan satu catatan, ngga pake kata-kata kasar ya ^^ Thanks before

Rabu, 07 Juli 2010

ff : I Love You, oh Thank You (ep.2)

ep. 1 : “Nah, sudah sampai tuan putri…” kata Taemin.
“Heng? Loh sudah sampai? Terima kasih ya,” Sara mengucek-ngucek kedua matanya.
“Ya ampun, kamu tadi tidur? Sempet-sempetnya tidur di motor,” Taemin mengomel heran.
“Ngantuk banget sih hehe, makasih ya, muah!” Sara iseng kasih kiss bye sambil cengar-cengir. Taemin masih geleng-geleng aja sama kelakuan Sara.
“Loh, ada Taemin? Ayo mampir dulu,” tiba-tiba Sungmin oppa keluar.
“Engga usah hyung, terima kasih. Ini sudah larut saya harus pulang. Selamat malam,” jawab Taemin sopan.
“Baiklah, selamat malam.” Sambung Sungmin Oppa. Sara melambaikan tangannya pada Taemin dan masuk rumah.
Sara langsung melempar tubuhnya ke Sofa. Sepatunya dilempar kemana-mana. Jeketnya juga. Jeket?
“YA AMPUN!”


ep.2. I Love You, oh Thank You ...

“Ada apa lagi?” kata Sungmin oppa. “Kamu ini anak perempuan jorok sekali masa sepatu dilempar kemana-mana sih?” Sara tidak mempedulikan omelan Sungmin oppa dan langsung berlari keluar sambil membawa jeketnya Taemin.
“Kamu mau kemana?”
“Aku lupa mengembalikan jeket Taemin. Lagipula kenapa si Taemin itu tidak memintanya balik?”
“Kamu bisa balikin besok. Kan?” kata Sungmin oppa.
“Tapi kasian Taemin, kalo dia masuk angin gimana? Padahal besok konser,” Sara masih menatap ke jalanan yang sudah sepi dan tentunya tidak ada Taemin disana.
“Ya sudah besok saja. Kamu juga harus istirahat untuk besok. Seharusnya kamu bersyukur punya pacar yang perhatian seperti Taemin.” Kata Sungmin oppa asal-asalan.
“Taemin bukan pacarku, oppa!” jawabku ketus dan segera masuk lasgi ke rumah. Sungmin oppa hanya tersenyum melihat kelakuan adik kecilnya. Sara segera menuju kamarnya untuk mandi lalu tidur.
“Selamat malam oppa,”
“Semalat malam”
***
Ke esokan harinya…
Hari ini waktunya klub Musik untuk menggelar konser pertama mereka. Sara dan yang lan sudah bersiap-siap. Di belakang panggung mereka masih sibuk berdandan. Sara ada penampilan duet Piano dan Biola bersama Taemin. Senang rasanya bisa mempersembahkan music untuk orang-orang.
“Sara ini gaunmu untuk duet kita. Cepat pakai. Bajunya sepasang loh sama Taemin,” Key memberikan gaun berwarna putih itu dan mulai menggoda Sara.
“Lalu?” jawab Sara singkat. “Ehm, Key, setelah ganti pakaian bantu aku berdandan!” Key segera mengangguk tanda setuju lalu meninggalkan Sara.
15 menit kemudian…
Sara sudah berganti pakaian dan sudah berdandan dengan cantik. Key memang hebat! Sara yang bertubuh mungil kelihatan sangat cantik dengan gaun putih itu dan pernak-perniknya. Tapi Ia sama sekali belum melihat Taemin. Dimana Taemin?
“Kyaa, Sara kau cantik sekali!” seseorang berkata dengan suara yang ku kenal.
“Kau menyukaiku? Kalau begitu jadilah pacarku!” kata Sara iseng.
“Mungkin akan ku terima tawaranmu jika aku laki-laki,” kata Nicole. Kami pun tertawa (Iya lah, apa harus nangis?)
Tiba-tiba seorang pria tampan dengan kemeja putihnya menghampiri Sara. “Sara? Wow, kau terlihat, ng, beda!” kata Pria itu yang tak lain adalah Taemin.
“Wah Taemin basa-basi rupanya. Ya, Sara, sebenarnya Taemin itu mau bilang kau sangat cantik tapi malu-malu” Ledek Jonghyun yang kebetulan lewat. Sara hanya tersenyum dan tidak berkomentar. Dibilang begitu Taemin jadi salah tingkah, garuk-garuk kepala yang tidak gatal.
***
Sara POV
Itu Taemin? Dia tampan sekali. Berbeda dari biasanya. Kelihatan lebih dewasa. Loh? Kenapa aku? Kok jadi pengagum Taemin begini? Pake deg-degan pula… Aduh bisa nervous nih!
***
Taemin POV
Ya ampun, Sara cantik sekali. Aku jadi gugup. Tunggu, bukan cantik, tapi benar-benar cantik!
***
Konser sudah dibuka. Banyak sekali penonton yang datang. Anak klub music pun tidak ada yang menyangka penontonnya akan memadati ballroom seperti ini. Season I dimulai dari penampilan Solo, Season II untuk duet, Season III untuk band atau grup, dan season terakhir adalah sesi orchestra.
Kini saatnya penampilan dari Sara dan Taemin. Bereka berdua naik ke atas stage dengan tangan bergandengan. Kelihatan sangat serasi. Lalu mereka member salam.
“Taemin, aku gugup,” bisikku pada Taemin. Taemin menggenggam tangan Sara lebih erat.
“Percaya kau bisa Sara! Kita pasti bisa!” Taemin meyakinkan Sara. Dan Taemin pun melepaskan genggamannya. Taemin menuju ke pianonya dan Sara pun mengambil biolanya. Sesekali Sara curi-curi pandang kea rah penonton dan, aha! Minho duduk di bangku VIP rupanya. Sara berharap Minho memperhatikannya.
Dan selesai. Permainan duet yang sangat baik dari Sara dan Taemin.
***
Dibelakang panggung…
“Kita bisa!” kata Sara girang lalu memeluk Taemin. Taemin kaget di peluk begitu dan disana juga banyak anak klub music yang memperhatikan mereka. Menyadari hal itu Sara langsung melepaskan pelukannya pada Taemin.
“Wow, pasangan baru nih! Cinta lokasi di stage,” Henry meledek Sara dan Taemin. Wajah keduanya pun memerah.
“Kami hanya partner di panggung ko! Tidak lebih,” Sara angkat bicara. Taemin diam saja dan hanya tersenyum.
“Taemin-ssi, ada yang mau bertemu denganmu! Sara juga!” teriak Key dari belakang.
Sara dan Taemin saling berpandangan seakan saling bertanya ‘siapa?’. Mereka pun menghampiri Key. Oh Minho ternyata dan… Seorang cewek?
“Oh, Minho?” Tanya Taemin cukup terkejut dengan kehadiran Minho dan seorang cewek yang terus-terusan nempel sama Minho.
“Hai, Taemin. Permainanmu bagus sekali! Ehm, Kau juga bagus Sara. Selamat untuk kalian berdua,” Minho member selamat kali ini dengan senyum.
“Terima kasih,” kata Sara dan Taemin.
“Oh iya, perkenalkan namaku tiffany. Aku suka sakali permainan biolamu Sara! Aku sangat terkesan,” kata cewek ganjen yang bernama Tiffany itu. Dia tetap lengket pada Minho.
“Terima kasih banyak, aku tersanjung,” kata Sara yang terkesan ‘terpaksa’ dengan terima kasihnya.
“Siapa sih cewek ini? Gatel banget deket-deket Minho sok rangkul-rangkulan pula,” gerutu Sara dalam hati. Sebenarnya Ia tak mau marah-marah tapi karena sikap cewe ganjen tu dia jadi kesal sendiri.
“Oh iya, aku juga lupa bilang, aku pacarnya Minho.” lanjut Tiffany. Minho hanya mesem-mesem sementara Sara? Bisa dibayangkan wajahnya saat ini.
Sara merasa pipinya panas begitupun dengan matanya. Sara masih berusaha tersenyum agar airmatanya tidak jatuh.
“Maaf, saya permisi dulu, mau ke belakang,” kata Sara cepat dan langsung berlalu meninggalkan mereka. Taemin heran melihat sikap Sara.
Henry melihat Sara lewat dengan air mata di pipinya dan Henry pun menahannya.
“Sara kamu kenapa?” Henry menarik tangan Sara dan Sara hanya diam. Henry berusaha menenangkan Sara. Sara menangis sejadi-jadinya di pelukan Henry.
“Ceritakan ada apa ini?” Tanya Henry lagi saat keadaan mulai tenang. Taemin masih mencari-cari Sara dan Ia dapati Sara berada di pelukan Henry. Taemin hanya tersenyum simpul melihat itu dan pergi meninggalkan mereka.
“Minho… Dia sudah punya pacar, Orang yang selama 1 tahun ini ku sukai” kata Sara yang masih terisak. Henry mengusap kepala Sara, “Sabarlah, masih banyak yang lebih baik dari dia,”. Henry mengusap air mata di pipi Sara.
“Sekarang jangan meangis lagi, aku hanya mengenal Sara yang kuat,” Henry tersenyum. Sara membalas senyuman Henry dan segera menghapus air matanya.
“Make up ku jadi luntur,” Sara tertawa kecil meihat wajahnya yang belepotan.
“Nah, begitu dong. Aku suka Sara yang ceria.” Sara hanya tersenyum mendengar pernyataan Henry dan langsung Make up kembali.
***
Selesai konser
“By the way, Taemin mana?” Tanya Key. Sara baru menyadari kalau dari tadi Taemin tidak ada. Sara bergegas mencari Taemin tapi, ah, ada, di pinggir kolam.
“Taemin-ah!” Sara berseru memanggil nama Taemin tapi Ia tidak mempedulikan panggilan Sara.
“Taemin-ah!” kini Sara menyapa dari jarak yang lebih dekat. “Kamu sedang apa di sini? Semuanya menunggu di dalam,”
“Baiklah,” kata Taemin sambil tersenyum. Entah hanya perasaan Sara tapi Ia merasa bahwa Taemin sepertinya lemas sekali. Seperti… BRUK! Sara menoleh ke asal suara itu dan....





To be continue... Baca terus ya :) silahkan memberikan komentarnya ^^ gomawo

Senin, 05 Juli 2010

ff : I Love You, oh Thank You (ep.1)

“Aw! Pundakku sakit sekali!” rintih Sara sambil memijit-mijit pudaknya. “Apa karena terlalu lama latihan biola? Ya ampun, sebentar lagi tanganku akan copot,”.
“Astaga itu berlebihan! Sini biar aku obati,” kata Henry sambil mengambil balsam di tasnya.
“Terima kasih. Konser pertama kita tinggal 3 hari lagi. Aaaahh, konser belum di mulai pun aku sudah merasa deg-degan duluan,”.
Sekolah Sara dan Henry akan menggelar konser pertama untuk ekskul music mereka. Ekskul ini baru satu tahun berdiri dan ini adalah first debut for them. Well, mereka mati-matian bekerja keras untuk konser ini.
“Yap, bagaimana? Sudah lumayan? Hemm, jangan terlalu di pikirkan, konser kita pasti sukses. Oh ya, hari ini pemesanan tiket sudah di mulai. Semoga peminatnya banyak!” kata Henry semangat.
“I hope that too. Uhm, mana Nicole dan Taemin? Apa sudah pulang?” Tanya Sara melihat keadaan ruang music yang sudah sepi.
“Nicole sudah pulang, dia ada les hari ini. Taemin sedang mendatangi klub Sepak Bola. Katanya anak klub Sepak Bola sudah pesan untuk semua anggota klub. Good news bukan? Berarti orang yang kau suka juga bakal nonton,” Henry tertawa kecil melihat ekspresi Sara.
“Benarkaaaaah? Klub Sepak Bola? Semua? Whoaaaa, aku makin gugup jadinya,”
“Selalu berlebihan. Latihan yang bener biar dia terpesona sama kamu!”
“Henry! Jangan iseng deh!”
“Yataaaa! Tiket laris manis!” teriak Taemin bersama anak klub music lainnya, Jonghyun dan Key.
“Taemin punya bakat dagang yang tinggi hahahaha,” canda Jonghyun sambil menyikut Taemin. Taemin senyum-senyum bangga dibilang begitu.
“Eh, apa kalian dari tadi hanya berdua disini?” Tanya Taemin pada Sara dan Henry yang memang hanya berdua dari tadi. Sara dan Henry mengangguk. Taemin hanya menatap mereka berdua dan menghela nafas panjang.
Sejauh ini cowok yang dekat dengan Sara adalah Henry dan Taemin. Henry yang berada di masa lalu Sara dan Taemin sahabatnya yang Ia sayangi.
“Ah, baiklah sepertinya aku harus pulang. Sampai jumpa dua hari di Gedung N untuk gladiresik. Dan semoga tiket kita bisa sold out ya kawan-kawan! Taemin ayo pulang. Nicole sudah pulang duluan.” Sara menarik tangan Taemin.
“Lah, kanapa aku ikut pulang? Kau kan bisa pulang sendiri,” Taemin mulai iseng.
“TAEMIIIN! Ayolah yang rumahnya searah denganku ya cuma kamu. Masa anak cewe jalan sendirian malem-malem begini?”
“Hahahaha baiklah bercanda ko. Jangan manyun begitu deh jelek tau!”
“ihh!” geram Sara dan Taemin hanya senyum-senyum penuh arti.
***
2 Days later :)
“Oppa! Tolong antar aku ke Gedung N dong, aku sudah terlambat!” Sara berlari mengambil biolanya dan langsung menuju mobil kakaknya.
“Selalu aja!” Sungmin langsung mengambil kunci mobilnya demi adiknya si Sara Lee itu.
“Gomawo my lovely brother!” Sara langsung naik ke mobil.
Pada waktu yang sama…
“Eomma, aku pergi dulu! Sudah terlambat sepertinya. Aku pakai motor ya! Dadah eomma,” dengan terburu-buru Taemin mengambil Helm dan kunci motor, and gruuuung! Let’s go!
Gedung N…
Sara dan Taemin sampai berbarengan di Gedung N. Tapi mereka tak saling lihat karena terburu-buru.
“Ya, Taemin! Kamu pergi bareng Sara hari ini? Tumben. Biasanya Cuma pulang yang bareng,” Tanya Key. Taemin yang bingung menoleh ke sampingnya yang ternyata sudah berdiri Sara yang ngos-ngosan.
“Oh, ngga, kami ngga bareng kok,” Taemin menjawab seadanya dan Sara mengangguk tanda mengiyakan.
“Aku kira did something loh, pacaran gituuuu,” kata Key asal-asalan.
“Oke, cukup cuap-cuapnya kita sudah melewatkan 15 menit untuk gladi. Semuanya cepat ke stage,” dengan sigap Henry memberi aba-aba untuk segera memulai gladi.
Selesai gladi…
“Nicole, langsung pulang? Bareng ya?” Tanya Sara.
“Mian Sara, hari ini aku pulang sama namjachinguku. Jeongmal Mianhae,” kata Nicole minta maaf.
“Hemm, tidak apa-apa. Kalau begitu mana Taemin?”
“Tadi kulihat di luar bersama seorang anak klub basket yang badannya tinggi besar,”
“Baiklah, gomawo Nicole!”
Sara pergi mencari Taemin yang katanya ada di luar gedung. Dan ketemu! Memang sedang bersama cowok dengan postur tinggi yang dalam posisi membelakangi Sara. Sara rasa, Ia mengenal cowok itu tapi ya cuek saja Sara teriak manggil Taemin.
“Taemin! Hari ini pulang bareng lagi ya? Nicole pergi sama pacarnya sih,” kata Sara dengan volume suara yang cukup loudly.
“Astaga, suaramu kencang sekali Sara. Telingaku masih normal!” kata Taemin. Dan disaat yang bersamaan cowok tinggi besar itu enoleh ke arah Sara.
“Oh My God! Cowok itu! Whoaaa, anak klub Sepak Bola yang aku suka!” kata Sara dalam hati. Terlihat sekali ekspresi wajahnya yang kaget.
“Eeeeh, maaf sudah kebiasaan hehehe” Sara pasang tampang sok Imut.
“Oh iya Sara, ini temanku namanya Minho dari klub Sepak Bola. Dan Minho, ini Sara dari klub musik,” Taemin memperkenalkan Minho dan Sara.
Minho menjulurkan tangannya, “Minho” katanya singkat dengan ekspresi wajah datar yang tidak berubah. Sara membalas jabatan tangannya, “Sara” kata Sara sambil tersenyum tipis. Kesal juga kan berkenalan dengan tampang begitu.
Minho berdehem, “Taemin-ah, aku harus pulang sekarang. Lagipula kau sudah di tunggu cewekmu. Aku duluan ya”
“Sara bukan cewekku” kata Taemin cepat. Aku juga baru mau berkomentar tapi Minho sudah angkat bicara.
“Terserah,” jawab Minho singkat. Minho melambaikan tangannya pada Taemin dan menoleh sebentar ke arah Sara dan berlalu…
“Temenmu itu kok rese gitu. Ga ada senyum-senyumnya.” Sara yang kesal to the point aja.
“Aduh, maaf ya si Minho itu kalo baru kenal sama orang emang begitu. Jadi harap maklum,” Sara hanya manggut-manggut.
“Ayo pulang,” Taemin menarik tangan Sara.
“Aw, Sabar dong. Jangan di tarik-tarik tanganku.” Sara melepaskan genggaman Taemin.
“Maaf deh. Nih pake,” Taemin memberikan Helm pada Sara. “Loh, kamu gak pake Jaket atau Sweater? Cua pake Syal ga dingin tuh?” Tanya Taemin sambil memperhatikan Sara.
“Dingin sih tapi udahlah ayo pulang,” kata Sara cuek. Taemin malah membuka Jaketnya.
“Nih pake juga.” Taemin memberikan jaketnya pada Sara.
“Ngga ah, kamu aja yang pake. Lagian aku yang dibonceng ini anginnya ketutup badan kamu,” kata Sara sambil ogah-ogahan.
“Udah pake aja bawel! Nanti kalo kamu sakit kan aku gak mau nanggung.”
“Terus kamu gimana?”
“Aku mah kebal ko, santai aja” Sara segera memakai jaket Taemin walaupun ada perasaan ngga enak juga.
“Jaket Taemin wangi,” kata Sara dalam hati. Taemin sudah memacu motornya.
“Ehm, Taemin-ah!” Sara memecah keheningan.
“Ya?”
“Aku tidak sabar untuk besok!” kata Sara sambil tersenyum. “Ngomong-ngomong temanmu, eh, maksudku Minho, apa dia akan datang?”
“Iya, dia akan datang pastinya. Oh iya, Kostum untuk duet kita kakaknya Minho yang mendesain loh.” Jawab Taemin.
“Oh ya? Dia punya kakak? Rumahnya dimana? Dia orangnya bagaimana?” Sara semakin penasaran pada Minho.
Taemin hanya tertawa mendengar pertanyaan Sara yang bertubi-tubi begitu. “Wah, Curiga nih… Naksir Minho nih ceritanya?” Taemin mulai lagi dengan keusilannya.
“Iiih, engga ko cuma nanya aja,” Sara memukul kecil pundak Taemin. Hemm, kalau Taemin bisa lihat mukanya Sara gimana sekarang, udah merah banget tuh.

***

***
“Nah, sudah sampai tuan putri…” kata Taemin.
“Heng? Loh sudah sampai? Terima kasih ya,” Sara mengucek-ngucek kedua matanya.
“Ya ampun, kamu tadi tidur? Sempet-sempetnya tidur di motor,” Taemin mengomel heran.
“Ngantuk banget sih hehe, makasih ya, muah!” Sara iseng kasih kiss bye sambil cengar-cengir. Taemin masih geleng-geleng aja sama kelakuan Sara.
“Loh, ada Taemin? Ayo mampir dulu,” tiba-tiba Sungmin oppa keluar.
“Engga usah hyung, terima kasih. Ini sudah larut saya harus pulang. Selamat malam,” jawab Taemin sopan.
“Baiklah, selamat malam.” Sambung Sungmin Oppa. Sara melambaikan tangannya pada Taemin dan masuk rumah.
Sara langsung melempar tubuhnya ke Sofa. Sepatunya dilempar kemana-mana. Jeketnya juga. Jeket?
“YA AMPUN!”

To Be Continue

I hope you Like this ^^ thanks before
@icahan