“Aw! Pundakku sakit sekali!” rintih Sara sambil memijit-mijit pudaknya. “Apa karena terlalu lama latihan biola? Ya ampun, sebentar lagi tanganku akan copot,”.
“Astaga itu berlebihan! Sini biar aku obati,” kata Henry sambil mengambil balsam di tasnya.
“Terima kasih. Konser pertama kita tinggal 3 hari lagi. Aaaahh, konser belum di mulai pun aku sudah merasa deg-degan duluan,”.
Sekolah Sara dan Henry akan menggelar konser pertama untuk ekskul music mereka. Ekskul ini baru satu tahun berdiri dan ini adalah first debut for them. Well, mereka mati-matian bekerja keras untuk konser ini.
“Yap, bagaimana? Sudah lumayan? Hemm, jangan terlalu di pikirkan, konser kita pasti sukses. Oh ya, hari ini pemesanan tiket sudah di mulai. Semoga peminatnya banyak!” kata Henry semangat.
“I hope that too. Uhm, mana Nicole dan Taemin? Apa sudah pulang?” Tanya Sara melihat keadaan ruang music yang sudah sepi.
“Nicole sudah pulang, dia ada les hari ini. Taemin sedang mendatangi klub Sepak Bola. Katanya anak klub Sepak Bola sudah pesan untuk semua anggota klub. Good news bukan? Berarti orang yang kau suka juga bakal nonton,” Henry tertawa kecil melihat ekspresi Sara.
“Benarkaaaaah? Klub Sepak Bola? Semua? Whoaaaa, aku makin gugup jadinya,”
“Selalu berlebihan. Latihan yang bener biar dia terpesona sama kamu!”
“Henry! Jangan iseng deh!”
“Yataaaa! Tiket laris manis!” teriak Taemin bersama anak klub music lainnya, Jonghyun dan Key.
“Taemin punya bakat dagang yang tinggi hahahaha,” canda Jonghyun sambil menyikut Taemin. Taemin senyum-senyum bangga dibilang begitu.
“Eh, apa kalian dari tadi hanya berdua disini?” Tanya Taemin pada Sara dan Henry yang memang hanya berdua dari tadi. Sara dan Henry mengangguk. Taemin hanya menatap mereka berdua dan menghela nafas panjang.
Sejauh ini cowok yang dekat dengan Sara adalah Henry dan Taemin. Henry yang berada di masa lalu Sara dan Taemin sahabatnya yang Ia sayangi.
“Ah, baiklah sepertinya aku harus pulang. Sampai jumpa dua hari di Gedung N untuk gladiresik. Dan semoga tiket kita bisa sold out ya kawan-kawan! Taemin ayo pulang. Nicole sudah pulang duluan.” Sara menarik tangan Taemin.
“Lah, kanapa aku ikut pulang? Kau kan bisa pulang sendiri,” Taemin mulai iseng.
“TAEMIIIN! Ayolah yang rumahnya searah denganku ya cuma kamu. Masa anak cewe jalan sendirian malem-malem begini?”
“Hahahaha baiklah bercanda ko. Jangan manyun begitu deh jelek tau!”
“ihh!” geram Sara dan Taemin hanya senyum-senyum penuh arti.
***
2 Days later :)
“Oppa! Tolong antar aku ke Gedung N dong, aku sudah terlambat!” Sara berlari mengambil biolanya dan langsung menuju mobil kakaknya.
“Selalu aja!” Sungmin langsung mengambil kunci mobilnya demi adiknya si Sara Lee itu.
“Gomawo my lovely brother!” Sara langsung naik ke mobil.
Pada waktu yang sama…
“Eomma, aku pergi dulu! Sudah terlambat sepertinya. Aku pakai motor ya! Dadah eomma,” dengan terburu-buru Taemin mengambil Helm dan kunci motor, and gruuuung! Let’s go!
Gedung N…
Sara dan Taemin sampai berbarengan di Gedung N. Tapi mereka tak saling lihat karena terburu-buru.
“Ya, Taemin! Kamu pergi bareng Sara hari ini? Tumben. Biasanya Cuma pulang yang bareng,” Tanya Key. Taemin yang bingung menoleh ke sampingnya yang ternyata sudah berdiri Sara yang ngos-ngosan.
“Oh, ngga, kami ngga bareng kok,” Taemin menjawab seadanya dan Sara mengangguk tanda mengiyakan.
“Aku kira did something loh, pacaran gituuuu,” kata Key asal-asalan.
“Oke, cukup cuap-cuapnya kita sudah melewatkan 15 menit untuk gladi. Semuanya cepat ke stage,” dengan sigap Henry memberi aba-aba untuk segera memulai gladi.
Selesai gladi…
“Nicole, langsung pulang? Bareng ya?” Tanya Sara.
“Mian Sara, hari ini aku pulang sama namjachinguku. Jeongmal Mianhae,” kata Nicole minta maaf.
“Hemm, tidak apa-apa. Kalau begitu mana Taemin?”
“Tadi kulihat di luar bersama seorang anak klub basket yang badannya tinggi besar,”
“Baiklah, gomawo Nicole!”
Sara pergi mencari Taemin yang katanya ada di luar gedung. Dan ketemu! Memang sedang bersama cowok dengan postur tinggi yang dalam posisi membelakangi Sara. Sara rasa, Ia mengenal cowok itu tapi ya cuek saja Sara teriak manggil Taemin.
“Taemin! Hari ini pulang bareng lagi ya? Nicole pergi sama pacarnya sih,” kata Sara dengan volume suara yang cukup loudly.
“Astaga, suaramu kencang sekali Sara. Telingaku masih normal!” kata Taemin. Dan disaat yang bersamaan cowok tinggi besar itu enoleh ke arah Sara.
“Oh My God! Cowok itu! Whoaaa, anak klub Sepak Bola yang aku suka!” kata Sara dalam hati. Terlihat sekali ekspresi wajahnya yang kaget.
“Eeeeh, maaf sudah kebiasaan hehehe” Sara pasang tampang sok Imut.
“Oh iya Sara, ini temanku namanya Minho dari klub Sepak Bola. Dan Minho, ini Sara dari klub musik,” Taemin memperkenalkan Minho dan Sara.
Minho menjulurkan tangannya, “Minho” katanya singkat dengan ekspresi wajah datar yang tidak berubah. Sara membalas jabatan tangannya, “Sara” kata Sara sambil tersenyum tipis. Kesal juga kan berkenalan dengan tampang begitu.
Minho berdehem, “Taemin-ah, aku harus pulang sekarang. Lagipula kau sudah di tunggu cewekmu. Aku duluan ya”
“Sara bukan cewekku” kata Taemin cepat. Aku juga baru mau berkomentar tapi Minho sudah angkat bicara.
“Terserah,” jawab Minho singkat. Minho melambaikan tangannya pada Taemin dan menoleh sebentar ke arah Sara dan berlalu…
“Temenmu itu kok rese gitu. Ga ada senyum-senyumnya.” Sara yang kesal to the point aja.
“Aduh, maaf ya si Minho itu kalo baru kenal sama orang emang begitu. Jadi harap maklum,” Sara hanya manggut-manggut.
“Ayo pulang,” Taemin menarik tangan Sara.
“Aw, Sabar dong. Jangan di tarik-tarik tanganku.” Sara melepaskan genggaman Taemin.
“Maaf deh. Nih pake,” Taemin memberikan Helm pada Sara. “Loh, kamu gak pake Jaket atau Sweater? Cua pake Syal ga dingin tuh?” Tanya Taemin sambil memperhatikan Sara.
“Dingin sih tapi udahlah ayo pulang,” kata Sara cuek. Taemin malah membuka Jaketnya.
“Nih pake juga.” Taemin memberikan jaketnya pada Sara.
“Ngga ah, kamu aja yang pake. Lagian aku yang dibonceng ini anginnya ketutup badan kamu,” kata Sara sambil ogah-ogahan.
“Udah pake aja bawel! Nanti kalo kamu sakit kan aku gak mau nanggung.”
“Terus kamu gimana?”
“Aku mah kebal ko, santai aja” Sara segera memakai jaket Taemin walaupun ada perasaan ngga enak juga.
“Jaket Taemin wangi,” kata Sara dalam hati. Taemin sudah memacu motornya.
“Ehm, Taemin-ah!” Sara memecah keheningan.
“Ya?”
“Aku tidak sabar untuk besok!” kata Sara sambil tersenyum. “Ngomong-ngomong temanmu, eh, maksudku Minho, apa dia akan datang?”
“Iya, dia akan datang pastinya. Oh iya, Kostum untuk duet kita kakaknya Minho yang mendesain loh.” Jawab Taemin.
“Oh ya? Dia punya kakak? Rumahnya dimana? Dia orangnya bagaimana?” Sara semakin penasaran pada Minho.
Taemin hanya tertawa mendengar pertanyaan Sara yang bertubi-tubi begitu. “Wah, Curiga nih… Naksir Minho nih ceritanya?” Taemin mulai lagi dengan keusilannya.
“Iiih, engga ko cuma nanya aja,” Sara memukul kecil pundak Taemin. Hemm, kalau Taemin bisa lihat mukanya Sara gimana sekarang, udah merah banget tuh.
***
***
“Nah, sudah sampai tuan putri…” kata Taemin.
“Heng? Loh sudah sampai? Terima kasih ya,” Sara mengucek-ngucek kedua matanya.
“Ya ampun, kamu tadi tidur? Sempet-sempetnya tidur di motor,” Taemin mengomel heran.
“Ngantuk banget sih hehe, makasih ya, muah!” Sara iseng kasih kiss bye sambil cengar-cengir. Taemin masih geleng-geleng aja sama kelakuan Sara.
“Loh, ada Taemin? Ayo mampir dulu,” tiba-tiba Sungmin oppa keluar.
“Engga usah hyung, terima kasih. Ini sudah larut saya harus pulang. Selamat malam,” jawab Taemin sopan.
“Baiklah, selamat malam.” Sambung Sungmin Oppa. Sara melambaikan tangannya pada Taemin dan masuk rumah.
Sara langsung melempar tubuhnya ke Sofa. Sepatunya dilempar kemana-mana. Jeketnya juga. Jeket?
“YA AMPUN!”
To Be Continue
I hope you Like this ^^ thanks before
@icahan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar